Rabu, 02 Mei 2012

Pengertian dan Ruang lingkup Ilmu Dakwah


Pengertian dan Ruang lingkup Ilmu Dakwah
Harfiah / bahasa: Da’aa-yad’uu (mengajak) - da’watan (ajakan)
Menghadap, meminta, berdo’a  (Q.S. Al. Baqarah: 186),
Memanggil dengan suara lantang (Q.S. Al. Rum: 25),
Mendorong  (Q.S. Al Baqarah: 221),
Menyeru, mengajak (Q.S. Yunus: 25)



Dapat dikatakan dakwah apabila :
      Tabligh: menyampaikan berita gembira (Q.S. al-Ahzab: 39)
      Tabsyir: memberi peringatan (Q.S. Al-Zumar: 17)
      Tadzkirah: memberi peringatan (Q.S. Al-A’la: 9)
      Mau’idzah: memberi pengajaran, pndidikan (Q.S. An-Nahl: 125)

Dakwah itu :
      Penerangan agama     : memberikan pengertian secara pasif
     Penyuluhan agama     : membimbing dan mengarahkan orang yang sudah beragama untuk lebih baik
      Penyiaran agama        : mengajak ke agama baru
   Pendidikan agama      : mengajarkan secara bertahap sesuai perkembangan fisik maupun psikis
      Indoktrinasi                : memaksakan pesan

Propaganda agama : misionaris
      Tahun 1622 M
      Masa Paus Gregorius XV
    Berdasar Matius pasal 28 ayat 19, “Sebab itu pergilah kamu, djadikanlah sekalian    bangsa itu muridku”.
      Berdiri perhimpunan bernama “Sacra Congregatio de Propaganda Fide” (Himpunan Suci untuk Penyiaran Agama)

Teori Dorothy Mulgrave: 7 Macam Propaganda
1.  Name Calling Device (memberikan nama perlambangan buruk kepada pihak jang diserang)
2.  Gelittering Generalities Device (menjebutkan kata-kata perlambangan indah jang digemari orang kepada sesuatu jangn disenangi)
3.  Transfer Device (memindahkan atau mempertalikan sesuatu perkara jang digemarinja dengan sesuatu jang disukai orang banjak
4.  Testimonial Device (memakai utjapan orang jang terkemuka didalam mengeluarkan pendapatnya, agar pendapatnya itu langsung diterima orang tanpa mengudji kebenaranja)
5.  Painfolks device (bergerak sebagai rakjat banjak, atau bersembojan dengan sembojan rakjat, agar dianggap dari mereka atau pembela mereka)
6.  Card stacking device (memutarbalikkan persoalan, agar dianggap jang bersalah berada di pihak yang lain)
7.  Band wagon device (mempergunakkan alat-alat penarik seperti alat-alat musik, slogan-slogan, dan sebagainja.


Metodologi Ilmu Dakwah


Metode kajian
         Kajian Teks: untuk mengkaji dakwah yang sebaiknya atau semestinya terjadi menurut Al-Qur’an, Al-Hadits, maupun pendapat ulama
         Kajian lapangan: untuk mengkaji dakwah yang telah terjadi, sejak masa Nabi Muhammad hingga yang baru saja terjadi saat ini, sebagai bahan kajian dan evaluasi.
         Baik kajian teks maupun kajian lapangan mengikuti kaidah-kaidah metodologi ilmu-ilmu lain, sehingga menghasilkan teori-teori untuk dijadikan pelajaran untuk berdakwah pada masa yang akan datang
Hasil Kajian
         Untuk pengembangan ilmu-ilmu keislaman
         Untuk menjadi bahan belajar bagi para da’i
         Untuk perbaikan dakwah masa mendatang
Kebutuhan Manusia terhadap Dakwah
1.  Manusia dalam Islam
لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. At Tin: 4

ولقد كرمنا بني آدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثير ممن خلقنا تفضيلا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Al Isra’: 70

2.  Manusia sbg Khalifah
وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم ما لا تعلمون
(Al-Baqarah: 30)
»       Memberdayakan alam semesta
»       Makhluk fisik-biologis
»       Bersumber rasionalitas akal fikiran
»       Obyektif
»       Bisa berjalan tanpa Tuhan

Dalil2 yg mendukung:
وهو الذي جعلكم خلائف الأرض ورفع بعضكم فوق بعض درجات ليبلوكم في ما آتاكم إن ربك سريع العقاب وإنه لغفور رحيم
      Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al An’am : 165)

وإلى ثمود أخاهم صالحا قال يا قوم اعبدوا الله ما لكم من إله غيره هو أنشأكم من الأرض واستعمركم فيها فاستغفروه ثم توبوا إليه إن ربي قريب مجيب
      Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka shaleh. shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).“ (Hud: 61)


3.  Manusia sbg Hamba
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
(Adz-Dzariyat: 56)
»       Taat pada Tuhan melalui beribadah
»       Makhluk Rohaniah
»       Berpangkal pada perasaan Hati
»       Subyektif
»       Selalu tergantung pada Tuhan

Dalil2 yg mendukung:
·        Setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan fitrah. Maka ayahnya (lingkungan) lah yang menjadikannya Yahudi, nasrani, atau majusi.

·        وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (Al-A’raf: 172)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Free Air Plane Cursors at www.totallyfreecursors.com